Minggu, 08 Agustus 2010

Klengkeng Kaki Banyak




Kaki banyak adalah suatu cara untuk memperbaiki kualitas pertumbuhan tanaman klengkeng (dan tanaman buah lainnya) dengan memodifikasi batang utama yang biasanya tunggal, diubah menjadi tiga, empat (atau bahkan lebih). Bagaimana hal tersebut dapat dikatakan sebagai cara untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman ? Pada umumnya, tanaman dengan batang tunggal, mengandalkan pasokan air dan nutrisi dari dalam tanah melalui batang utama, yang biasanya tunggal. Dengan memodifikasi batang utama menjadi tiga, empat kaki atau bahkan lebih, maka pasokan air dan nutrisi dari dalam tanah dapat diberikan dalam jumlah lebih banyak, bersumber dari beberapa batang tambahan yang disambungkan ke batang utama. Penambahan kaki di batang menjadi 3, 4, 5, atau lebih, menyebabkan lalu lintas air dan nutrisi dari dalam tanah akan bertambah banyak, apalagi penambahan batang utama ini disertai dengan penambahan jumlah akar yang berasal dari masing-masing batang tambahan.





Kaki yang ditambahkan ke batang utama bisa berasal dari tanaman sejenis yang berbeda varietas, umumnya varietas lokal yang dijadikan sebagai bahan untuk penambahan kaki tersebut. Kaki tambahan dilekatkan dengan metode sambung sisip, yaitu menempelkan satu sama lain jaringan kambium batang utama dan kaki tambahan dan diikat erat menggunakan tali plastik. Penambahan dapat dilakukan sekaligus pada sisi yang berlawanan dengan tinggi yang sama maupun dilakukan bertahap pada sisi dan ketinggian yang berbeda. Selain faktor keterampilan pada saat penyambungan, faktor estetika juga menjadi landasan saat penyambungan.





Dari pengalaman kami, penambahan kaki ini menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi lebih cepat, lebih vigor, dan secara umum meningkatkan kualitas tanaman dari sisi pertumbuhan dan perkembangannya, khususnya saat tanaman memasuki periode vegetatif untuk berbunga dan berbuah. Pada akhirnya, kuantitas dan kualitas buah yang dihasilkan oleh tanaman model ini menjadi lebih baik dibandingkan tanaman yang tumbuh dan berkembang mengandalkan satu batang utama saja.

Selain klengkeng, beberapa jenis tanaman buah lainnya juga dapat diperlakukan seperti ini, namun sejauh ini baru klengkeng dan durian yang lazim diberi tambahan kaki untuk menopang dan memperbaiki kualitas pertumbuhan dan perkembangannya. Durian bawor (turunan klonal monthong dan chanee) adalah salah satu tanaman populer dari Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang akhir-akhir ini menjadi terkenal karena bibitnya dijual di pasaran setelah bibit diberi tambahan kaki, dengan kaki bersumber dari beragam varietas durian lokal atau seedling dari indukan durian monthong atau chanee.

Kamis, 11 Maret 2010

Varian Buah Klengkeng



Beragamnya varietas klengkeng yang saat ini banyak ditanam oleh masyarakat menghasilkan buah klengkeng yang juga beraneka ragam pula. Dimulai dari munculnya klengkeng dataran rendah yang fenomenal bernama pingpong dengan ukuran buah sebesar bola pingpong, hingga klengkeng terbaru berkulit buah warna putih dengan biji kecil dan diberi nama "white cross longan", lalu klengkeng temperate dari daerah sub tropis bernama itoh/edaw hingga varietas terbaru seperti kaisar, puangthong, moya dan "no name".





Umumnya kulit buah klengkeng berwarna cokelat atau cokelat kekuningan, namun saat ini beberapa varietas baru memunculkan ciri warna kulit buah yang berbeda, cenderung lebih muda dan dengan tampilan lebih cerah, bahkan mulai muncul varietas klengkeng dengan kulit buah berwarna putih yang nyaris berbeda sama sekali dengan warna kulit buah dari varietas-varietas sebelumnya, contohnya adalah varietas "hawae" yang merupakan singkatan dari "harum wangi enak", klengkeng silangan "white cross longan" sebagai mana yang telah disebutkan sebelumnya, satu jari sarawak, hingga satu jari daun runcing. Dari sisi marketing, perbedaan ini bisa jadi "selling point" sebagai ciri pembeda jika klengkeng-klengkeng varietas baru tersebut ingin dikebunkan dalam skala luas.





Dari sisi lain, khususnya kualitas daging buah (kadar kemanisan, kadar air daging buah, ukuran besar biji serta persentase daging buah yang bisa dikonsumsi), varietas-varietas baru juga memperlihatkan keragaman kualitas daging buah yang berbeda. Jika varietas pingpong mempunyai biji berukuran besar, maka beberapa varietas baru justru memiliki ukuran biji yang kecil, bahkan ada varietas yang ukuran bijinya hanya sebesar kacang hijau. Jika varietas Diamond River dikenal sebagai varietas berdaging buah becek karena kandungan air yang tinggi, maka beberapa varietas baru justru mempunyai buah dengan daging yang kesat dan kering.